HUBUNGAN ILMU KOMUNIKASI DENGAN PUBLIC RELATION

Posted by Amar  |  at  05.05

Hubungan Ilmu Komunikasi Dengan Public Relation
Oleh : Sofyan Amarta*
(artikel singkat dikaji dengan persepektif pandangan)
Setiap perusahaan memastikan diri agar dapat mencapai target perusahannya. Target tersebut dapat dilihat dari program kerja jangka pendek dan jangka panjangnya, kemana arah dan tujuan perusahaan tersebut akan di targetkan. Namun tidak semua apa yang telah menjadi rencana perusahaan akan berjalan sesuai dengan pedoman dan tols marketing yang menjadi panduannya. Sekalipun hal itu penting dan wajib bagi perusahaan, guna untuk menggiring perusahaan agar terarah dan sesuai dengan mekanisme kerja.
Disisi lain, permasalahan terus berkembang, mulai dari system manajemen perusahaan yang dijalankan, sampai kepada persoalan sosial yang terjadi pada karyawan, maupun dari pihak eksternal seperti media, dan pemerintah yang menjadi penyebab salah satunya. Permasalahan yang terjadi di perusahaan tidak bisa di lepaskan begitu saja, namun harus terus dilakukan upaya dan strategi yang jitu untuk mengatasi permasalahan tersebut.
Terkadang, ketika persoalan semacam ini terjadi, pihak perusahaan menyalahkan kepada pihak humas yang tidak mampu bekerja optimal, sehingga kasus semacam ini terjadi. Padalah sejatinya humas sebagai bagian terpenting dalam perusahaan memiliki peran yang sangat penting dan utama untuk menata dan mengembangkan perusahaan.

Dari contoh kasus diatas, menandakan bahwa perusahaan tersebut belum memahami public relation dalam prakteknya pada sebuah perusahaan, sejatinya public relations (PR) senantiasa berkenaan dengan kegiatan penciptaan pemahaman melalui pengetahuan, dan melalui kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan akan muncul suatu dampak, yakni berupa perubahan yang positif. Dengan demikian, kunci sukses PR adalah melalui komunikasi. Artinya, keberhasilan PR untuk mencapai tujuannya bergantung kepada sejauh mana PR itu dapat menjalin hubungan dengan masyarakatnya, baik khalayak internal maupun eksternal.

Dalam public relation (PR) Informasi  dibutuhkan oleh masing-masing publik yang ada.  Jika, informasi yang dibutuhkan oleh karyawan berkaitan dengan kesejahteraan, kebijakan organisasi, dan pertumbuhan organisasi. Maka, informasi yang dibutuhkan oleh media dan perusahaan  adalah informasi organisasi yang mempunyai news value dan sesuai dengan kebijakan media dan perusahaan.
Untuk itu, PR senantiasa mengemban misi untuk memberikan pelayanan informasi kepada publiknya tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan kebijakan, kegiatan dan tindakan organisasi/perusahaan. Pelayanan informasi tersebut hanya dapat dilaksanakan melalui komunikasi. Melalui komunikasi pula, PR dapat menyampaikan informasi, mendorong/-memotivasi, mempersuasi, mempengaruhi, dan merubah sikap khalayak/publik.
Proses komunikasi pada prinsipnya meliputi pengiriman dan penerimaan pesan-pesan di antara dua orang, perusahaan satu dengan perusahaan lainnya, kelompok kecil masyarakat, atau dalam satu lingkungan atau lebih dengan tujuan untuk mempengaruhi perilaku dalam suatu masyarakat. Dengan bahasa yang lebih sederhana, proses komunikasi dapat diartikan sebagai “transfer informasi” atau pesan-pesan (messages) dari pengirim pesan sebagai komunikator dan kepada penerima pesan sebagai komunikan, dalam proses komunikasi tersebut bertujuan (feedback)  untuk mencapai saling pengertian (mutual understanding) antara kedua belah pihak.
            Dari paparan diatas, disimpulkan bahwa sejatinya sebuah perusahaan mutlak harus memiliki seorang public relation (PR), sekalipun hal tersebut hanya diperankan oleh satu atau dua orang saja. Terlebih lagi pada perusahaan yang sudah mulai berkembang seorang PR akan menjadi benteng utama, guna untuk memupuk kepercayaan pada custumer / pelanggan termasuk juga pada karyawan yang terlibat dalam langsung di kegiatan perusahaan tersebut.
Namun hal tersebut tidak akan bisa dibangun jika proses transfer informasi mengalami miscommunication antara perusahaan dengan customer atauh bahkan pada karyawannya. Maka perlu pemantapan terkait dengan pemahaman dan strategi ilmu komunikasi pada internal maupun eksternal perusahaan, sehingga eksestensi perusahaan akan terus berkembang dengan baik.
*mahasiswa pasca sarjana komunikasi bisnis universitas muhammadiyah.

Refrensi
1.      Ruslan, Rosady. Metode Penelitian Public Relations dan Komunikasi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2006
2.      ------- . Manajemen Public Relations dan Media Komunikasi: Konsep dan Aplikasi. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2007
3.      Artikel Enaliya Sudartama public relation dan ilmu komunikasi


Tagged as:
About the Author

Write admin description here..

0 komentar:

back to top